- Persyaratan Berperkara
- Pendaftaran Perkara
- Prosedur dan Proses Berperkara
- Biaya Proses Perkara
- Tahapan Persidangan
- Hak Masyarakat Berperkara
- Publikasi Putusan
- Link Direktori Putusan MA
- Statistik Perkara
- Statistik Perkara Diterima
- Statistik Perkara Diputus
- Faktor Penyebab Perceraian
- Laporan Sidang Keliling
- Laporan Perkara Prodeo
- Laporan Keuangan Perkara
- Pengawasn Peradilan
- Pedoman Perilaku Hakim
- ► 2012 (6)
- ► May (1)
- ► April (4)
- ► Januari (1)
- ► 2011 (38)
- ► Desember (4)
- ► November (1)
- ► Agustus (9)WAKIL BUPATI KEBUMEN SHOLAT TARAWIH BERSAMA FORUM PIMPINAN DAERAH (FPD) DI PENGADILAN AGAMA KEBUMENUPZ PENGADILAN AGAMA KEBUMEN BAGIKAN ZAKAT 100 WARGA MISKINPAHAMI DAN LAKSANAKAN DENGAN BENARPARTISIFASI AKTIF PENGADILAN AGAMA KEBUMEN DALAM PERINGATAN HUT. RI. KE 66. DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KEBUMENKETUA PENGADILAN AGAMA KEBUMEN INSPEKTUR UPACARA PADA HUT.RI KE 66BERTADARUS BERSAMA DISELA WAKTU ISTIRAHAT SETELAH SHOLAT DHUHURKEIMANAN SESEORANG MENGALAMI FLUKTUASIHAQIKAT TAQWA RAIHLAH 4 L(LEBAR, LUBER, LEBUR, LABUR) DI BULAN RAMADHAN
- ► Juli (3)
- ► Juni (3)
- ► May (4)
- ► April (2)
- ► Maret (5)
- ► Februari (2)
- ► Januari (5)
- ► 2010 (12)
- ► November (1)
- ► September (1)
- ► Agustus (2)
- ► Juli (1)
- ► Juni (3)
- ► April (1)
- ► Maret (2)
- ► Februari (1)
main menu
Penyakit Manusia
Penyakit Manusia
Kebumen | Rabu, 15 Maret 2011
Setelah vakum beberapa waktu, kegiatan pembinaan rokhani Karyawan/wati Pengadilan Agama Kebumen pada setiap setelah sholat jama’ah dhuhur dikarenakan adanya pembangunan kantor, hari rabu tanggal 15 Meret 2011 kemarin kegiatan tersebut telah dimulai kembali yang diikuti oleh hampir seluruh hakim dan karyawan. Di himbau kepada seluruh hakim maupun karyawan setelah melaksanak tugas melayani para pencari keadilan supaya melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah setiap hari dan setiap sebulan sekali ada pembinaan rokhani dengan nara sumber secara bergantian.

KPA.Kebumen (Drs.H. Tahrir) sedang memberikan pembinaan rohani
Sebagai nara sumber pertama dalam pembinaan rokhani kemarin diisi oleh Bpk. Ketua Pengadilan Agama Kebumen (Drs. H. Tahrir), di mana dalam arahanya sebelum memaparkan uraian hikmahnya, Ketua mengutarakan manfaat dengan diadakan sholat berjama’ah dengan diisi pembinaan rokhani/tadzkirah/ kultum sebagai berikut:
- Sebagai forum silatur rahim harian sesama keluarga besar Pengadilan Agama Kebumen, sehingga diharapkan seluruh komponen baik hakim, maupun pegawai bisa saling bertemu dalam suasana hati yang sedang bersih untuk beribadah kepada sang Khaliq
- Dengan adanya tadzkirah diharapkan bisa dijadikan pengingat bagi kita, apabila ada kesalahan kita cepat kembali untuk menuju kebenaran, sebab kata Ketua bahwa kondisi kita sebagai manusia adalah tempatnya lupa sesuai dengan namanya “Manusia” berasal dari bahasa arab terdiri dari dua suku kata “Man” yang berarti orang, dan “Nasia” yang berarti pelupa
- Untuk percepatan penyampaian imformasi kepada seluruh pegawai, apabila ada imformasi yang harus disampaikan tanpa harus menunggu rapat bulanan.
Selanjutnya Ketua menyampaikan, untuk memulai perbuatan yang baik terkadang memang berat dan sulit, banyak goda dan rintangan, untuk itu kalau kita sudah ada niatan untuk melakukan hal yang baik kita harus lurus tanpa harus tengok kanan, tengok kiri, dan tidak usah mendengarkan ucapan-ucapan orang yang terkadang justru akan melemahkan niatan kita dengan dimulai “BISMILLAh” dalam setiap melakukan aktifitas yang baik insya Allah akan dicatat sebagai amal ibadah kepada Allah SWT.

Pegawai PA.Kebumen mendengarkan pembinaan rokhani dari KPA.Kebumen
Selanjutnya dalam paparan tadzkirahnya, Bapak Ketua menyampaikan materi dengan judul “PENYAKIT MANUSIA” yang lebih lengkapnya bisa disimak sebagai berikut:
Dalam menjalani kehidupan ini terkadang kita terbelenggu oleh “penjajah-penjajah” yang membuat kita kerdil dan tidak berkembang. Penjajah itu seperti kegelisahan, kekhawatiran, kelemahan, kemalasan, ketakutan dan bakhil.
Rosululloh SAW. mensinyalir penjajah tersebut menjadi suatu penyakit kejiwaan yang akan mendorong manusia menjadi orang yang tidak bermanfaat, sehingga Rosululloh SAW. mengajarkan doa:
![]()
Artinya : “Ya Alloh. aku berlindung kepada-Mu dari rasa sumpek dan gelisah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil”
Penyakit kegelisahan dan khawatir selalu bermula dari ketidak yakinan. Selain itu, “penilaian sesuatu pasti tidak mungkin dan tidak bisa” semakin menyuburkan penyakit itu. Maka obat dari penyakit ini adalah menumbuhkan keyakinan dengan
cara menyadarkan bahwa manusia adalah makhluq yang mempunyai potensi yang luar biasa dan sempurna. Hal ini sesuai dengan firman Alloh SWT. dalam surat At-Tien ayat yang ke 4 yang berbunyi:

Artinya: “Sungguh aku telah menyiptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk”
Selanjutnya menyingkirkan belenggu ketidak mungkinan dan ketidak bisaan dapat pula menghindari penyakit ini. Memperbanyak mencoba dan berlatih merupakan jawaban atas belenggu tersebut.
Kelemahan, terutama kelemahan keyakinan akan melahirkan sifat yang selalu menyerah pada keadaan. Kelemahan keyakinan menyebabkan kita akan mudah diatur dan diarahkan orang lain. Dan kita tidak memiliki pegangan, mana yang benar. Sedangkan kemalasan hanya akan melahirkan kemiskinan, baik kemiskinan harta maupun kemiskinan ide dan krestifitas.
Maka, kunci untuk mengatasi penyakit ini adalah belajar dan berusaha, bukankah Alloh SWT. Telah memerintahkan kepada kita untuk selalu belajar dan berusaha, sebagaimana firman-Nya dalam surat At-Taubat ayat 105 yang berbunyi:
Artinya: “Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Alloh dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”
Rasa takut atau khawatir merupakan fitrah manusia, namun akan menjadi bencana jika ketakutan atau kekhawatiran itu diletakkan bukan pada tempatnya. Ketakutan yang berlebihan akan melahirkan mental-mental pengecut. Demikian pula dengan bakhil, penyakit bakhil-pun pada dasarnya disebabkan oleh ketakutan, terutama ketakutan hartanya akan berkurang yang kemudian menjadi miskin.
Maka kunci untuk melerai ketakutan adalah dengan menanamkan kesadaran bahwa hanya Alloh-lah yang berkuasa. Dia-lah yang menentukan segalanya, tanpa seizin-Nya tidak mungkin sesuatu akan menimpa kita, sedangkan untuk mengikis sifat bakhil, maka harus ditanamkan kesadaran kepada kita bahwa rezeki itu adalah Alloh yang memberikan dan di balik itu kita harus sadar bahwa ada hak orang lain (fakir dan miskin) yang harus kita berikan. Selain itu, harus ditanamkan pula kepada kita untuk senang bersedekah dan dengan sedekah itu pula sebenarnya akan memperluas rezeki kita dan bukan akan mempersempit rezeki kita.
Sebagai akhir kata, marilah kita renungkan firman Alloh SWT. dalam surat Al-Munafiquun, ayat ke 10 yang berbunyi:

Artinya: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh “?
Terakhir Diperbaharui (Rabu, 23 Maret 2011 01:09)

